WHO AM I ???

“Man ‘aropa nafsahu faqod ‘arofa robbahu” yang artinya barangsiapa mengerti dirinya sendiri maka dia akan mengerti Tuhannya. Sudahkah kita semua mengenal seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri dan berusaha memperbaiki diri ke arah yang lebih baik secara konsisten, karena memperbaiki diri bukan lah tugas yang instan yang dapat kita lalukan, melainkan memperlukan proses yang cukup lama. Semuanya itu kembali kepada individu masing-masing, apakah mau merubah kepribadian secara cepat atau lambat. Dengan mengenali diri, “WHO AM I” maka kita bisa mengenal potensi atau pun bakat yang kita miliki untuk dikembangkan menjadi modal awal dalam berprestasi, baik dalam bidang akademik ataupun non akademik secara maksimal dan konsisten dalam menjalankannya.

Asumsi ini membawa Joseph Luft dan Harry Ingham menciptakan suatu teori atau model sebagai salah satu cara untuk melihat dinamika Self-Awareness yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif manusia. Model yang diciptakan tahun 1995 ini bernama Johari Window atau Jendela Johari. Jendela johari terdiri dari sebuah persegi yang terbagi menjadi empat kuadran, yaitu : Open, Blind, Hidden, dan Unknow. Pengertian dari Open itu sendiri pada teori Johari Window adalah merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan oranglain. Sedangan Blind adalah merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri. Sementara Hidden adalah merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Dan yang terakhir Unknow yaitu merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain. Yupzzz jelaskan bedanya antara ke empat penjelasan tersebut. Dengan adanya teori tersebut kalian bisa mengetahui dimana posisi kalian.

Oya… ini ada cerita yang menarik loh dari aku, dijamin nyata kebenarannya. Hari itu materi kuliahnya Mengenal Diri dan menerapkan teori Johari Window. Dan hari itu juga pelajarannya gambar-gambar lagi yaa…, walaupun aku tidak bisa gambar. Pelajaran yang intinya ”INILAH AKU”. Metode diskusi yang selalu diterapkan oleh Buk Nisa mempunyai sisi positif yang luar biasa, dari lebih banyak mengenal orang lain, bercerita pengalaman, dan diselingi dengan cerita teman aku Bombom yang dia bisa berubah dari kebiasaan tidak baik selama SMA walaupun tidak bisa berubah sepenuhnya. Kemudian dari hasil apa yang kita tulis dan gambar dikumpulkan dan yang paling bersemangat saat teman aku dari papua membacakannya yaitu Iwan namanya. Saat Iwan membacakan apa yang dia tulis, WAW luar biasa motivasi dan semangatnya itu lohh mengingatkan aku dalam satu impian dan harapan orang tua. Seperti kalau kita di Medan ada sebuah lirik lagu “BIAR KAMBING DIKAMPUNG SENDIRI,TAPI BANTENG DIPERANTAUAN” yang artinya kita harus menonjol dan mempunyai semangat tinggi untuk belajar dikampung orang. Dan membawa ilmu yang sudah kita dapatkan ke tanah kelahiran kita masing-masing. HALLO iwan sama kita, kita sama-sama anak perantauan sob.

Begitu beragamnya teman-teman aku di kelas Bridging Program, dari logat berbicaranya saja terasa aneh didengar oleh telinga, ini ada teman aku juga namanya Ayu yang berasal dari Lombok, bacanya seperti kereta api yang cepat banget. Setiap orang mempunyai motivasi yang luar biasa untuk menuju ke masa depan. Ternyata bukan hanya aku yang mempunyai tujuan, tapi teman-teman ku juga demikian. Malahan sudah ada yang merencanakan nama anaknya siapa yaitu teman aku Reno, maklum saja dia paling tua diantara kami. Ada nih kata motivasi dari aku “ Menjadi Diri Sendiri itu Lebih Baik, Tidak Malu Menceritakan Kelebihan dan Kekurangan Kita”. Yupzzz kata-kata tersebut sangat tepat sekali. Di akhir pertemuan ada cerita lucu dari teman aku yang badannya paling gendut yaitu Bombom, masakan bisa-bisanya kursi yang diduduki patah, wah udah gawat bener tuh hahahahahaha….

Disebuah kertas yang kita tulis kita bisa menilai apa yang kita miliki, terbuka atau tidaknya kita. Tapi harus diingat kelebihan dan kekurangan kita bisa kita nilai sendiri dan bisa berasal dari orang lain. Kata Buk Nisa “ kenali dirimu, bahwasanya inilah kamu, masalah apapun yang kamu hadapi ceritakan kepada orang lain, terbuka itu lebih bisa mengenali diri kita siapa sebenarnya”. Harapan aku, mungkin harapan kalian semua, kita harus bisa mengenali diri kita siapa sebenarnya, jangan malu atau takut untuk bercerita tentang masalah yang kalian hadapi dengan orang yang kalian percaya. Ingatlah kawan tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya apabila kamu ingin berbagi dengan orang lain. Dan Allah Swt tidak akan memberikan cobaan diluar batas umat-Nya.

Leave a Reply